Bjork: Saya Selalu Jadi 'Korban' Mode
Minggu, 03 Apr 2005 12:02 WIB
Jakarta - Penyanyi yang kerap tampil unik, Bjork mengaku lelah selalu menjadi korban mode. Sejak ia kecil sampai ia terkenal kini ia selalu punya pengalaman 'menarik' dengan koleksi pakaiannya. Korban mode definisi Bjork bukanlah berarti orang yang selalu mengikuti mode dan segala perkembangannya. Menurut penyanyi kelahiran Islandia itu, korban mode malah orang yang selalu menjadi korban karena selalu melawan arus mode. Sejak kecil, wanita kelahiran 21 November 1965 itu sudah sering "bertengkar" dengan kaidah-kaidah berbusana. Misalnya saja, ketika berumur sekitar 8 tahun Bjork melakukan tindakan unik dengan menggunakan baju milik kakeknya. "Sepertinya saya sudah salah jalan sejak awal. Waktu saya masih muda sekali, saya pernah menggunakan baju milik kakek saya," ujar Bjork dikutip fashionguide, Minggu (3/4/2005). Untuk menggunakan baju milik kakeknya itu Bjork juga harus mengeluarkan usaha khusus. Karena ukuran kakinya kakeknya terlalu panjang untuk Bjork kecil, maka ia harus memotong sendiri celana yang cukup tebal itu. Perjalanan fashion yang cukup unik itu tak hanya berakhir di masa kecil saja. Ketika menghadiri penganugerahan film paling bergengsi seantero jagat, Academy Award tahun 2001, penyanyi bernama asli Bjork Gudmundsdottir itu kembali melakukan gebrakan. Jika selebriti wanita lain berlomba untuk menjadi yang teranggun dan tercantik Bjork tampil unik layaknya pergi ke acara karnaval. Dengan kostum berbentuk Angsa, kehadiran ibu beranak satu itu sangat memancing perhatian pengunjung dan pengamat mode. Beberapa pengamat menyebutnya unik, sedangkan yang lain menghujat selera anehnya itu. (fta/)











































