Duka Marini Zumarnis di Bulan Ramadan

Desi Puspasari - detikHot
Kamis, 16 Jun 2016 20:21 WIB
Foto: Desi Puspasari
Jakarta -

Ayahanda Marini, Zumarnis Zein meninggal dunia di usia 76 tahun, hari ini, Kamis (16/6/2016) sekitar pukul 11.00 WIB tadi siang. Zumarnis Zein mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

"Ayah memang sering mondar-mandir rumah sakit berapa bulan ini. Ada komplikasi dan gula juga. Beberapa hari ini ayah nggak nafsu makan, tapi Alhamdulillah ayah selalu Istighfar. Saya berdoa, 'ya Allah apabila engkau ambil ayahku di dalam keadaan khusnul khotimah'. Alhamdulillah ayah dipangggil di bulan Ramadan," cerita Marini Zumarnis saat ditemui di rumah duka Jalan Johar Baru Utara, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).

Walaupun begitu, pesinetron 40 tahun itu beserta keluarga besarnya sudah ikhlas. Seluruh anggota keluarga pun berkumpul bersama sebelum pria pensiunan Angkatan Darat Republik Indonesia itu dipanggil Tuhan Yang Maha Esa.

"Kami semua berkumpul di Jakarta, kami semua sudah sabar, ikhlas dan bahagia ayah diambil saat Ramadan oleh Allah. Semoga dilapangkan kuburnya, amal ibadahnya diterima Allah SWT dan ditempatkan di tempat yang terbaik," tutur Marini lagi.


Jenazah rencananya dimakamkan besok, Jumat, (17/6) di TPU, Karet Bivak, Jakarta Selatan. Waktunya setelah Salat Jumat.

Kenangan masa lalu pun mau tak mau mengisi kepala bintang sinetron 'Bidadari' itu. Memori masa kecil sampai momen-momen Ramadan yang pastinya tidak bisa dilupakan.

"Ayahku sangat menyukai anaknya. Dia pulang kerja jam 5 sore di rumah. Dinas di mana-mana, anaknya selalu ikut. Saya pindah SD aja sampai empat kali, tapi rapor nggak pernah diambil orang lain kecuali ayah. Dia juga ibu rumah tangga yang baik, kancing baju copot dia jahit, dia suka setrika baju anak-anaknya, masak juga," kenang istri dari Denny Wardhana itu.

"Ayah senang sekarang anak perempuannya berhijab semua. Dia nggak pernah menuntut apapun. Karena ayah militer, dia pesan jangan pernah menilai orang sebelah mata. Dia senang menyenangkan orang, tapi tetap disiplin dan keras," tutup Marini.

Turut berduka cita, Marini Zumarnis.

(mif/mif)