Korban yang berusia 17 tahun itu dianggap masih mengalami trauma mendalam atas kejadian tersebut. Apalagi katanya, korban juga selalu dihantui sosok Ipul.
"Hingga semalam, trauma itu masih ada, masih sering mengigau, mimpi buruk!" kata Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh, Kamis (25/2/2016) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses tersebut memang tak bisa dilakukan secepat kilat. Menurutnya, bakal ada beberapa tahapan yang diawali dengan menghilangkan trauma hingga keberlanjutan pendidikan.
"Soal pendidikan, korban sudah berada di kelas terakhir SLTA, akan tetapi proses pemulihan membutuhkan waktu sehingga korban belum dapat belajar langsung di sekolahnya. KPAI memberi dispensasi untuk tidak ikut belajar secara langsung," katanya.
"Mudah-mudahan proses ini bisa cepat dan anak bisa pulih sehingga bisa bergabung kembali dengan teman-temannya dan menjalani ujian," harapnya.
(nu2/mmu)











































