Model majalah dewasa yang memiliki banyak tato itu mengaku tak mengetahui Princess adalah manajemen terselubung yang menjual para model.
Menurut Anggita, ia sebenarnya biasa 'bermain' sendirian tanpa muncikari. "Gue jujur nggak tahu kalau Princess Management itu manajemen prostitusi," terang Anggita kepada detikHOT akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggita mengatakan baru kenal dengan orang dari manajemen yang ikut tertangkap tersebut. Meski ia sudah melayani beberapa pria di Kota Pahlawan itu, ia sama sekali tak tersangkut dalam manajemen tersebut.
"Bisa dibuktiin kalau gue baru tiga hari ketemu. Gue ngerasa dirugikan secara nama," ujarnya.
Memang, Anggita tak ditangkap sendirian. Ia bersama beberapa model dan SPG dari manajemen itu ikut terjaring.
Merasa janggal karena ikut terseret, Anggita kemudian menggandeng pengacara Pieter Ell.
Foto: Asmirandah dan Jonas Rivanno di Nikahan Chelsea dan Glenn
Saat bertransaksi dengan seorang pria dengan uang muka Rp 8 juta, Anggita juga mengaku belum melakukan hubungan badan. Tapi ia tak membantah ada tujuan dari pekerjaan sambilannya itu di Surabaya sebelum diciduk.
(kmb/mmu)