"Aku malu dong, di sana aku mau menghibur. Dan nyatanya aku nggak bisa karena ada razia," ungkap Amel di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).
Amel dirazia kala menghibur klub di kawasan Makassar pada 21 Agustus lalu. Amel mengaku tak suka dengan cara razia yang ia nilai tak sesuai prosedur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara Amel, Minola Sebayang juga menyayangkan razia yang diterima kliennya. Ia menilai Amel dipermalukan di depan publik dengan razia yang ia anggap lebih pantas disebut penggerebekan.
"(Amel) minum alkohol aja tidak, apalagi narkotika. Setelah pelajari, sikap dan tindakan yang di lakukan BNNP, ini tindakan yang memalukan Amel di depan publik," urai Minola.
"Tentu ada caranya, misal diambil identitas dan panggil satu-satu. Untuk mencegah urine yang tertukar," tambah Minola.
(kmb/kmb)











































