Berkali-kali Aurelie menjalani casting untuk peran sinetron. Tapi berkali-kali juga ia ditolak lantaran tidak menguasai bahasa.
Dara kelahiran Brussel, 8 Agustus 1993 itu tak lantas berkecil hati. Sambil mempelajari bahasa, ia juga terus meningkatkan kemampuan aktingnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi lagi-lagi, berbagai penolakan terus diterimanya. Hingga pada akhirnya, ia memutuskan untuk kembali ke Belgia bersama sang ayah.
"Aku ikut casting umur 14 tahun. Pas sampai Belgia ternyata banyak tawaran yang datang ke aku. Akhirnya aku mohon-mohon sama Mama untuk balik lagi ke Indonesia. Akhirnya pindah ke sini, belajar bahasa Indonesia deh," kisahnya.
Bintang sinetron 'Cinta Pertamaku' itu mengaku setelah itu langsung mendapat peran utama. Tapi lagi-lagi, bahasa menjadi kendalanya saat itu hingga akhirnya gagal.
"Akhirnya aku ngomong entah ngomong apa, ekspresi juga kacau balau. Akhirnya aku cut. Aku baru satu episode saat itu, katanya aku di-cut karena kurang memuaskan dan disuruh belajar bahasa Indonesia dulu," tuturnya.
Tapi Aurelie tak kenal lelah. Setelah gagal di sinetron, ia akhirnya masuk ke jalur iklan. Mulai dari situ pun berbagai tawaran kembali datang. Hingga kini ia telah hampir berperan dalam belasan sinetron. Bahkan, ia sudah lima kali membintangi film layar lebar.
(nu2/nu2)











































