Cita mengaku cobaan terberatnya adalah saat ayahanda tercintanya sakit. Baginya, sosok ayah merupakan salah satu menjadi orang yang tak berhenti mendukungnya.
"Pas ayah sakit, jujur pikiran ku terforsir. Aku kan kan nggak punya teman hidup, jadi fokus ke keluarga," ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (27/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk kasih sayang bukan hanya ada di sisinya, tetapi dorongan dari belakang, motivasi dan itu dibutuhkan," jelasnya.
"Keluarga juga banyak support Cita, kalau Cita sedih pasti banyak yang hubungin. Seluruh hidup Cita buat keluarga," sambungnya.
Kini, Cita pun hanya bisa pasrah menantikan kesembuhan dari ayahnya. Ayahanda Cita sendiri mengalami banyak komplikasi penyakit karena usianya yang sudah lanjut.
"Sekarang belum ada perubahan, Allah itu bisa buat sakit dalam waktu singkat bisa buat sembuh dalam waktu dekat. Cita pasrah, doain aja cepat sembuh," pungkasnya.
(fk/fk)











































