Dara kelahiran Kupang 27 Januari 1995 itu mengaku sampai jual rumah di kampungnya untuk biaya hidup di Jakarta. Di Ibu Kota, bintang sinetron 'Raden Kian Santang' itu memang harus bolak-balik ikut casting demi meraih impian.
Awalnya, Larissa memang hanya berperan sebagai figuran dalam sinetron. Bayaran yang diterimanya kala itu memang tidak bisa memenuhi biaya hidupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjuangan aku itu nggak gampang, akhirnya setelah jual rumah aku berusaha casting sampai ketemu agensi yang mengenalkan aku kepada orang televisi," ungkapnya di sela-sela aktifitas syutingnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.
Sampai akhirnya, di stasiun televisi tersebut ia diterima sebagai pengisi program acara religi. Lagi-lagi soal bayaran, sepertinya kali ini ia cukup puas dengan hasil jerih payahnya.
"Dapat honor Rp 500 ribu, tapi aku senang karena lama-lama orang pada tahu aku," tutur bintang sinetron '7 Manusia Harimau' itu.
Kendati begitu, kondisinya tidak semakin membaik. Ia bahkan berada dalam keadaan sulit ketika tak lagi dipercaya membintangi sinetron atau mengisi program televisi.
"Sampai-sampai aku ikut jadi penonton bayaran. Aku dibayar Rp 50 ribu, aku di situ jadi penonton yang paling depan karena dipilih yang paling cantik dan aku termasuk. Aku apa aja dilakukan untuk kerja di dunia ini, bahkan sempat dibilang kere karena mau jadi penonton bayaran. Tapi aku diem aja," kisahnya.
Baca Juga Feature Khas detikHOT: Young and Famous
(nu2/nu2)











































