Seperti yang diceritakan oleh Cahyo, si penjual sari tebu yang memutuskan untuk mangkal di TPU Malaka beberapa hari ini. Kalau biasanya, Cahyo menjual 20 kilogram tebu per dua hari, karena banyaknya pelayat, pria asal Jombang, Jawa Timur itu bisa menghabiskan 30 kilogram tebu per hari.
"Biasanya bawa 20 kilo (tebu), 2 hari baru habis. Sejak di sini (di sekitar makam Olga) sehari bisa habis 30 kilo," ceria Cahyo ditemui di TPU Malaka, Senin (30/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya Alhamdulillah, tiga hari ini jadi berkah banget," ucapnya.
Cahyo tidak sendiri, di sekitar makam Olga masih banyak pedagang lainnya. Ada tukang odong-odong, bakso, soto, dan lain-lain.
Berkah tersebut juga dirasakan Samadi, penjual es dungdung. Bedanya, ia memilih mangkal di sekitar rumah Olga. Alhasil, Samadi pun bisa merasakan balik modal.
"Saya sama pedagang lain (yang biasa muter di komplek) janjian dagang di sini. Lumayan dah dua hari dagangan abis terus," ucapnya sambil tertawa.
"Lumayan, kalau pulang bisa dapat untung dan balik modal," ungkap Samadi.
(pus/mmu)











































