Awalnya, sang penyanyi punya beberapa pekerjaan di Singapura dan Malaysia sepanjang bulan November hingga Desember. Mereka pun menunjuk AD sebagai orang yang bertanggung jawab untuk pendamping sang artis.
Singkat cerita, setelah melewati Singapura, mereka pun tinggal di sebuah hotel di Malaysia. Menurut sang penyanyi, AD di sana melakukan perbuatan pelecehan seksual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan November saya dibawa sama AD. Ada beberapa show, balik lagi Desember ke sini. Terus balik lagi ke Singapura dan Malaysia bulan Januari. Dari situ ada kekerasan," tegasnya.
Selama di sana, penyanyi itu juga tak bisa berkomunikasi dengan orangtuanya. Sebab AD, orang yang bertanggungjawab atas semua kebutuhan penyanyi itu mengaku tidak punya pulsa untuk menelepon atau memberi kabar.
"Habis itu AD bilang, katanya alasan nggak ada pulsa. Nggak ada batre, bilang lagi meeting. Susah komunikasi," keluhnya.
(nu2/kmb)











































