'Tampar Lagi Mas!', Dialog Paling Terngiang di Sinetron Era 90-an

Back to the 90's

'Tampar Lagi Mas!', Dialog Paling Terngiang di Sinetron Era 90-an

- detikHot
Senin, 22 Sep 2014 12:07 WIB
Tampar Lagi Mas!, Dialog Paling Terngiang di Sinetron Era 90-an
Jakarta - Menelisik kejayaan sinetron era 90-an, rasanya penonton cerita berseri masih ingat betul dengan adegan-adegan yang identik dengan kemewahan. Dan, juga kekerasan sebagai aromanya. Yuk, simak ulasan dialog sinetron paling terngiang pada masa itu!

Noktah Merah Perkawinan

Bicara era 90-an, tentu tak bisa melewatkan legenda sinetron 'Noktah Merah Perkawinan'? Kalau masih ingat tentu Anda juga tahu bagaimana Cok Simbara dengan entengnya kerap menampar Ayu Azhari.

Pasangan suami-istri itu dikisahkan melalui pernikahan yang sangat terjal. Aroma perselingkuhan pun kental dalam sinetron yang dahulu tayang di Indosiar ini.

Cok Simbara pun kerap enteng tangan saat bertengkar dengan Ayu. Ayu yang sudah biasa mendapat perlakuan kasar pun kerap menantang sang suami dengan kata-kata, "Tampar lagi Mas!"

Kerap Jual Kemewahan

Stereotip klasik mengenai percintaan si kaya dan si miskin yang ditentang oleh restu orangtua. Racikan Kisah ini selalu laris dijual.

Sebut saja Tersanjung dan Tersayang. Di dalam sinetron itu --dan hampir semua sinetron di masa itu-- bercerita mengenai percintaan si kaya dan si miskin.

Dialog Sehari-hari Penduduk Pinggiran Jakarta 'Si Doel Anak Sekolahan'

Era itu memang sungguh merupakan era emas bagi para aktris seperti Lulu Tobing, Jihan Fahira, atau aktor macam Anjasmara, Adam Jordan, Primus Yustisio, dan Jeremy Thomas.

Tapi jangan lupa, Rano Karno muncul dengan premis berbeda. 'Si Doel' muncul dengan kisah orang pinggiran Jakarta yang bercita-cita tinggi dalam pendidikan.

Dalam serial itu, dialog-dialog justru tampak sangat sederhana. Tapi itu juga yang membuat dialog dalam sinetron tersebut begitu mengena dan terngiang hingga kini.

"Prinsip Apaan Sih Doel?"

Dialog paling berkesan di 'Si Doel Anak Sekolahan' tak lain adalah celetukan khas Mandra. Mandra yang tak mengenyam bangku sekolahan kerap bertanya pada Doel tentang kata-kata yang ia tak mengerti.

"Prinsip apaan sih Doel?," begitu pertanyaan polos Mandra.
Β 


Halaman 2 dari 5
(kmb/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads