Kebakaran yang telah melalap hampir semua ruangan tamu itu membuat Pipik cukup merasakan panas yang luar biasa. Terlebih malam itu, ia juga baru tersadar dari tidurnya.
"Kalau membayangkan, itu mencekam. Kalau bukan karena Allah sayang, nggak tahu saya. Asap sudah begitu tebal," kisahnya, Jumat (20/6/2014).
Pipik kala itu sudah tak bisa berpikir untuk menyelamatkan harta bendanya. Dalam benaknya kala itu hanya ingin membawa anak-anaknya keluar dari ruangan itu secepat mungkin.
"Saya sudah nggak mikirin itu, saya masih bangun dan menyelamatin anak-anak. Itu benda dunia akhirat," ujarnya.
(nu2/mmu)











































