"Dia bermusik sejak musik masih jadi alat perjuangan. Saya berharap keterangan dari almarhum sudah banyak dicatat dan dibukukan untuk dijadikan referensi ketika Indonesia memiliki museum musik," kata Ketua PAPRI Tantowi Yahya, saat ditemui di rumah duka, Rumah Kreatif Fadli Zon, Bumi Cimanggis Indah, Depok, Jawa Barat, Senin (28/4/2014).
Menurutnya, Indonesia bukan saja kehilangan tokoh besar. Tetapi juga saksi dari perjalanan musik.
"Kita masih menyisakan Titiek Puspa, seorang yang berkiprah di musik era 50-an. Sebelum musik itu sebagai industri komersial seperti sekarang," katanya.
Idris Sardi meninggal dalam usia 75 tahun tadi pagi pukul 07.25 WIB di RS Melia Cibubur, Jakarta Timur. Sebelum meninggal, almarhum diketahui menderita beberapa penyakit, di antaranya asam lambung dan paru-paru.
(nu2/mmu)











































