"Terimakasih atas petisi Anda dan partisipasi dalam We the People. Maaf telah mengecewakan, tapi kami tidak akan memberikan komentar untuk hal yang satu ini," demikian tertuliskan pada situs resmi petitions.whitehouse.gov.
White House memilih untuk tidak memberikan komentar terhadap kasus Justin tersebut, namun mereka merasa berterimakasih kepada para penduduknya yang peduli pada isu imigrasi di Amerika. Pihak pemerintah mengaku bahwa sistem imigrasi negaranya memang rusak sehingga masalah imigrasi kerap terjadi.
"Tak hanya benar dilakukan secara moral, hal ini memang tepat dilakukan oleh negara kita: menurut ahli ekonomi, reformasi imigrasi akan menumbuhkan perekonomian kita dan menyusutkan tingkat defisit sebanyak US $1 triliun pada 20 tahun mendatang. Untuk Anda yang menghitung di rumah, besarnya setara dengan 12.5 miliar tiket konser atau 100 miliar kopi album debut Tuan Bieber," tambahnya.
Sebelum ditangkap karena menyetir sambil mabuk di Miami, pelantun hits 'Beauty and a Beat' juga melempari rumah tetangganya dengan telur sehingga memancing kemarahan para warga Amerika. Sehingga, petisi untuk mendeportasi Justin dikirimkan pada pemerintah Amerika.
(kmb/nu2)











































