Menurutnya, Hans terlalu gegabah melaporkan dirinya ke MUI dengan tudingan tersebut. Padahal Hans juga baru datang berobat sekali kepadanya.
Β
"Kalau dilihat dari pengobatan yang kami lakukan di bawah naungan KPPAI, banyak teman alternatif, herbal, pemijatan, hal-hal alternatif. Sesuai dengan kode etik di KPPAI akan dilayani dengan baik. Bagaimana mau melayani dengan baik, kalau ngeluhnya ke tempat lain. Kan baru sekali datang kok minta sembuh, emang bim salabim abrakadabra," jawab ustad Guntur didampingi Habib Selon ditemui di Trans TV, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2014).
Hans mengantarkan neneknya yang sakit pada bagian kakinya ke sang ustad. Biaya berobat yang mencapai puluhan juta diganti menjadi sedekah berupa hewan kurban. Namun Hans mengganti uang puluhan juta itu dengan perhiasan. Dari situ Hans mengaku banyak menerima kejadian aneh. Setelah itu Hans meminta perhiasannya kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanggal 14 Februari dikembalikan, dia lapor ke MUI sorenya. Disayangkan keluh kesah nggak di tempatnya. Adapun zakat dan sedekah yang diberikan itu secara sukarela, kalau minta kuitansinya nggak mungkin. Kebetulan kami ingat jadi dikembalikan. Itu kan diberikan suka dan rela," ujarnya.
(kmb/mmu)











































