"Saya sama teman saya melarikan diri awalnya pura-pura ke toilet. saya udah nekat kalau emang mati ya mati aja," katanya di acara 'Suka-Suka Uya' MNC TV, Selasa (4/2/2014) malam.
Selama direlaksasi Inul terus menangis. Air matanya terus mengalir deras. Tapi Inul melanjutkan pengakuannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inul disekap bersama beberapa perempuan di salah satu kamar. Tapi ia akhirnya dibebaskan oleh istri pimpinan germo tersebut. Namun penderitaan Inul ternyata belum usai.
"Pas bebas saya ramai-ramai nginep di dek kapal karena nggak punya uang. Empat hari saya kelaparan dan kedinginan," tuturnya.
Pemilik goyang ngebor itu bahkan mengaku sempat mengamen untuk mengisi perut kosongnya bersama teman-teman. "Empat hari itu juga saya ngamen. Itu juga cuma bisa beli mie cup yang dibagi rame-rame," tuturnya.
Butuh usaha keras bagi Inul menuturkan kisahnya. Karena suaranya mulai terisak dan hampir tak terdengar. Singkat cerita, ia selamat dengan menaiki kapal laut untuk kembali pulang ke kampung halaman di Pasuruan.
Inul mengaku selama ini sangat menjaga betul rahasia kisah kelamnya tersebut. Bahkan kepada suaminya, Adam Suseno, Inul baru menceritakannya setelah menikah.
"Orangtua saja baru saya ceritakan beberapa tahun terakhir sebelum bapak meninggal," ujarnya lirih.
"Saya nggak pernah cerita sama sekali sama orang kalau saya pernah tersiksa," tutup Inul.
(kmb/mmu)











































