Seperti dilansir DailyMail, Selasa (13/8/2013) pelayan toko Trois Pommes itu membuat pengakuan di koran lokal SonntagsBlick. Ia kini merasa tak berdaya setelah dituding Oprah berbuat rasis.
Akhir Juli lalu Oprah datang ke Swiss untuk menghadiri pernikahan sahabat lamanya, Tina Turner. Ia pun datang ke toko mewah Trois Pommes mencari tas yang sesuai dengan gaun yang akan dikenakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekali lagi saya mencoba berkata, saya cuma ingin melihat yang satu itu (tas). Tapi penjaga toko berkata, oh, aku tidak ingin menyakiti perasaan anda. Lalu saya katakan, 'oke, terima kasih banyak. Mungkin kau benar saya tidak bisa membelinya'. Saya lalu pergi," jelas Oprah saat itu.
Pelayan toko mewah itu pun membantah semua tudingan Oprah. Ia mengaku memperlakukan semua pelanggan yang datang dengan baik, termasuk sang presenter yang masuk dalam daftar artis terkaya di Amerika tersebut.
Menurut versi sang pelayan, ketika Oprah datang, ia menunjukkan beberapa tas koleksi dari Jennifer Aniston. "Saya menjelaskan padanya, tas ada berbagai ukuran, dan material berbeda. Seperti yang biasa saya lakukan," katanya.
Kata pelayan itu, Oprah tertarik pada sebuah tas. "Dia melihat ke barang yang terpajang di belakang saya. Di situ ada tas kulit buaya seharga CHF 35.000 (hampir Rp 400 juta)," jelasnya.
"Saya hanya mengatakan kepadanya bahwa tas itu sama saja seperti yang ada di tangan saya, hanya saja lebih mahal. Saya bisa menunjukkan tas yang mirip," sahutnya lagi.
Setelah itu, sang pelayan mengatakan Oprah langsung pergi dari toko mewah tersebut. "Ini sama sekali tidak benar bahwa saya menolak untuk menunjukkan tas dengan alasan rasis. Saya bahkan bertanya apakah dia ingin melihat tas yang diinginkannya tersebut," tandasnya.
(bar/kmb)











































