"Saya sedih tak bisa dampingi karena ada acara di Kalimantan," ujar Solmed lewat sambungan telepon.
Solmed memang awalnya berprediksi sang istri akan menjalani persalinan sekitar tanggal 13 Agustus mendatang. Meski akhirnya tahu persalinan tersebut harus maju hingga 30 Juli, Solmed mengira masih cukup banyak waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, sang istri pun menginap selama dua hari di rumah sakit. Tapi, lagi-lagi prediksi Solmed melenceng. Si jabang bayi lahir lebih awal dari perkiraannya.
"Kemungkinan dini hari jam 02.00 WIB akan jalani operasi sesar. Ternyata jam 21.55 WIB lahir itu anak," katanya.
Awalnya Solmed dan April memang berharap anaknya itu lahir secara normal. Namun karena berat bayi sudah mencapai 3 kg, sementara posisinya belum turun, dokter pun meminta April untuk caesar.
"Karena sudah besar dan nggak bisa turun ke panggul, mau nggak mau harus caesar," tuturnya.
Meski sedih tak bisa menemani istri persalinan, Solmed mengaku sangat bahagia atas kehadiran anak di keluarganya.
"Tentunya saya tetap memohon doa agar saya diberi kekuatan dan kemampuan untuk membesarkan dan mendidik anak agar lebih baik dari saya," harapnya.
(nu2/ich)











































