Menurut Bens, goyangan baru yang malah cenderung erotis justru dipopulerkan pedangdut yang belum populer. Tujuan justru memang ingin tenar dengan cara instan.
"Yang kami tidak sepakati adalah kostum mereka yang tidak pada tempatnya sering itu yang menjadi masalah. Dan dilakukan terkadang sama pemusik dangdut yang belum populer," jelasnya dihubungi detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Goyangan yang erotis, lanjut Bens, lebih banyak terjadi di daerah-daerah. Bahkan bukan karena saja dari segi pakaian yang bisa menunjukkan keerotisan.
"Saya pernah nonton di Solo yang bajunya di atasnya makin rendah dan bawahnya makin ke atas, ini kan kalau panggungnya tinggi kan beda nanti menontonnya. Akhirnya nggak boleh karena dianggap dangdut erotis," jelasnya.
(kmb/kmb)











































