Pengacar Venna, Kemala Dewi Nurdirman pun menjelaskan lebih jauh. Ditemui di kantor venna di Gedung Nusantara DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2013), istilah empat syarat itu datang dari Ivan.
"Yang ada hanya Mas Ivan bilang, Mbak Venna memberikan empat syarat, padahal itu bukan empat syarat. Membahas bagaimana satukan Mas Ivan dan Mbak Venna kembali. Karena takut salah, orangtua Mbak Venna minta hal tersebut ditulis," tutur Kemala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir itu masalah uang Rp 40 juta dibahas. Mas Ivan maunya uang itu dibagi keluarga Mas Ivan dan keluarga Mbak Venna. Dalam hal ini keberatan. Sebelumnya dipotong sekolah anak-anak dll. Mbak Venna maunya nggak dipotong," tambahnya.
Menurut Kemala, hal itu juga yang menjadi awal keributan rumah tangga mereka. "Awal keributan Mas Ivan suka ribut masalah uang. Makanya Mbak Venna tulis syarat, sebagai titik temu," ujarnya.
Dalam sidang kemarin, Kemala juga menangkap kesan bahwa Ivan masih ingin mempertahankan rumah tangganya. "Tapi, saat itu ditanya apa dasar mau kembali, cinta, sayang atau yang lain? Ternyata Mas Ivan bilang, supaya anak-anak ada ibunya, ada yang urus," ungkapnya.
Mendapat alasan seperti itu dari Ivan, Venna tampaknya keberatan. Bahkan, Venna menganggap harga dirinya sudah tak ada.
"Buat apa saya kembali kalau hanya untuk status mengurus anak? Maunya kembali karena cinta, sayang. Ditanya lagi sama majelis, dia bilang harga dirinya sebagai seorang istri sudah tak ada," demikian Kemala menirukan ucapan kliennya.
Meski begitu, ujung-ujungnya Venna juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya juga ingin kembali membina rumah tangga dengan Ivan. Sampai titik ini, Kemala menuding, Ivan justru terlihat angkuh.
"Di ruang sidang Mbak Venna mau kembali, rujuk. Tapi, Mas Ivan tetap dengan keangkuhannya. Saya pertanyakan, yang nggak mau rujuk dan damai itu siapa? Di luar persidangan kata-katanya terbalik," tuding Kemala.
Jadi bagaimana? Bisakah mereka rujuk?
(nu2/mmu)











































