Julia Perez akhirnya bereaksi setelah menjadi bulan-bulanan media karena statusnya yang dinyatakan sebagai buron oleh Kejari Jakarta Timur. Lewat sang pengacara, Malik Bawazier, Jupe masih bingung mengapa kasus cakar-cakarannya itu bisa berujung ruwet.
Malik mengatakan, bila memang kasus cakar-cakaran Jupe dengan Dewi Persik hingga sampai ranah hukum, seharusnya produser dan sutradara film 'Arwah Goyang Karawang' (AGK) juga ikut bertanggung jawab. Dalam perkara ini yang dimaksud adalah Shankar dan Helfi Kardit.
"Dari kasus Jupe-Depe tidak pernah ada kata cut itu keluar, jadi selama cut belum keluar berarti kan masih dalam proses syuting dan proses adegan, bahkan di dalam DVD-nya juga ada juga tulisannya 'Termasuk adegan asli' jadi itu dijual," tegas pengacara kondang tersebut saat ditemui di kantornya di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Malik, kejadian ini bisa saja menimbulkan hal buruk untuk masa depan pelaku seni peran dan dunia perfilman. Menurut Malik, bagaimana bisa Jupe yang melakukan akting karena arahan sutradara bisa terjerat hukum sendirian.
"Kasusnya simpel cuma dampaknya ini bukan hanya Jupe dan Depe sendiri, tapi pada satu perlindungan hukum terhadap artis-artis yang menjalankan pekerjaannya. Artinya bagaimana mungkin dari adegan syuting yang jelas-jelas diarahkan sutradara dan produser bisa menjadi laporan pidana," gugat Malik.
Malik pun kembali meminta agar sang produser bisa menunjukkan tanggung jawabnya. Karena dari awal permasalahan Jupe-Depe ke ranah hukum diawali proses produksi film 'Arwah Goyang Karawang'. "Tunjukkan dia produser yang baik dan bermartabat, jangan cuma mau cetak duit aja," tegasnya.
(kmb/mmu)











































