Nassar mengungkapkan, selama anaknya diculik ia menggelar yasinan setiap hari. Ia mengundang santri hingga anak yatim-piatu.
"Kita satu kali 24 jam yasin terus. Kita pakai yasin dan kita menggunakannya bukan hanya santri, tapi anak yatim, para janda-janda yang sudah jompo, tua, orang-orang yang cacat," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Tangerang, Selasa (23/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nassar pun mengaku optimis dengan segala upaya yang telah dilakukannya. Namun, tetap saja kesedihan masih menghinggapi Muzdhalifah yang merasa kehilangan Nana.
"Tidak pesimis, beliau (Muzdhalifah) optimis. Tapi namanya hati seorang wanita yang memiliki anak, pasti akan menangis, bersedih," ungkapnya.
(fkh/mmu)











































