Bahkan Bolot menyebut Rangga menjadikan kontrakannya sebagai sarang tempat nyabu dan kumpul kebo. Lewat sang Bibi, Resi, Rangga pun membantah tudingan tersebut.
"Nggaklah itu kan cuma katanya. Bisa dites urine kok! Boro-boro buat shabu, makan aja susah boro-boro buat beli itu. Bukan saya mau bela, dia (Rangga) makan aja masih sering saya yang kasih. Apalagi narkoba mah mahal nggak kebelilah. Mana mampu orang susah kayak kita," bantah Resi kepada detikHOT, Jumat (14/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resi justru menuduh keluarga Bolot yang menyalahgunakan kontrakannya itu. "Itu bong shabu-shabu itu punya anaknya Haji Bolot, ada saksinya kok. Jadi gini, katanya, saya nggak tahu jelas, itu bong punya Sam, memang dititipkan di rumah kontrakan Rangga. Itu semua udah tahu anak-anak di sinilah, banyak saksinya," tuduhnya.
Bolot sempat mengutarakan kekecewaannya terhadap Rangga. Ia juga menunjukkan alat hisap narkoba yang ada di kontrakannya itu sebagai milik Rangga. Selain itu ia juga kecewa dan menyebut Rangga menjadikan kontrakan miliknya untuk kumpul kebo.
(kmb/mmu)










































