Ia pun mengaku memang benar-benar merangkak dari bawah. Saat di kampung dulu, ia berjualan manisan saat masih kanak-kanak.
"Dari SD di Sukatani, Cikarang, kalau panen ceremai jualan manisan ceremai. Keliling kampung jualan. Kadang kalau pas jualan ada yang mau beli, eneng harus goyang dan nyanyi dulu baru mereka mau beli," kenangnya saat ditemui di studio RCTI, Jakarta Barat, Jumat (14/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama kali di ajak MC sama saudara, sehari semalam dari siang jam 1-5 jam, 8-12 malam cuma dapat 30 ribu. Itu bangga banget, udah ngerasa besar banget," kisahnya.
Dari situ tawaran manggung pun terus berdatangan. Hingga akhirnya ia benar-benar ke tahap profesional. "Pada 2006 akhir masuk manajemen dulu, duet sampe 2009 nggak ada perkembangan. Tapi eneng tetep semangat dan bisa sukses. 2011 ditelepon katanya ada lagu bagus buat aku. Apa salahnya kita mencoba hasilnya masuk label kontrak," paparnya.
"Terus tampil di TV pertama kali dengan goyangan itu. Alhamdulilah antusias masyarakat pas pertama tampil di TV dapat sambutan," ucapnya bersyukur.
(kmb/mmu)











































