"Kemerdekaan itu berarti bisa mengekspresikan apa saja yang ingin kita lakukan. Jadi, kemerdekaan bukan hanya berekspresi saja tetapi dalam hal bermasyarakat dan menyampaikan pendapat," ujarnya saat ditemui di kantor Emotion, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2012).
"Selama kita merasa kemerdekaan secara spirtual, tidak ada kukungan atau batasan. Jadi saya tidak pernah memperdulikan apa yang ada di dalam mata saya. Kalau hati saya merasa merdeka maka saya akan merdeka," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih jauh banget dengan apa yang aku rasakan ketika zaman dulu. Kita dulu benar-benar didoktrin untuk merasakaan kemerdekaan yang benar-benar kemerdekan," tuturnya.
"Sekarang kita baru marah kalau milik kita diambil sama negara lain," tandasnya.
(hkm/hkm)











































