Dengan segala keterbatasan, bapak satu anak itu mencoba 'menyamankan' diri di dalam penjara. Mulai dari membaca buku, membuat kaligrafi, menulis hingga main bola.
"Selalu ada aja cara bertahan, kalau di Mabes coba bikin kaligrafi, terus gambar, menulis dan baca buku. Kalau di sini (Kebonwaru) bisa main bola," ungkapnya dalam sebuah wawancara di Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasa senasib itu membuat Ariel dan para tahanan bisa dengan leluasa untuk saling menasihati. Tak hanya itu, sikap saling berbagi pun seperti menjadi hal yang wajib.
"Kebanyakan semua bersahabat karena di dalam tahanan, karena satu nasib tapi berbeda cerita. Sama-sama mempunyai rasa tertahan di sana, saling nasihat-nasihati," tuturnya sambil tersenyum kecil.
"Kalau ada makanan kita pasti bagi-bagi, karena nggak semuanya dikirimin. Kalau ada makanan di atas meja berarti milik bersama," ujarnya.
(fk/mmu)











































