Tak bisa dipungkiri, anak-anak sekarang mungkin tak mengenal sosok Si Unyil. Bahkan, serial kartun asal Malaysia 'Upin Ipin' lebih mendominasi. Apa kata Pak Raden soal kalah saing itu?
Menurutnya, bersaing memang tak ada salahnya. Bahkan, ia pun bangga kepada serial 'Upin Ipin' bisa dikenal luas oleh masyarakat. Lho?
"Miris sih tidak, asalkan kita sendiri juga harus kreatif. Begini sebenarnya, kenapa saya bilang begitu karena Upin Ipin sebagian pekerjanya atau animatornya juga dari Indonesia," ungkap Pak Raden yang memiliki nama asli Drs Suyadi di kediamannya di Jalan Petamburan, Slipi, Jakarta Pusat, Minggu (16/4/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka semua dari Indonesia, kenapa animasi kita tidak maju? Jangan salahkan Upin Ipin, tapi karena animator kita kurang dapat kesempatan di tanahnya sendiri. Animator kita hebat, cuma kesempatan dunia televisi begitu susah, itu saja," tandasnya.
Saat ini Pak Raden dalam keadaan ekonomi yang memprihatinkan. Karyanya, 'Si Unyil' yang merupakan hasil kreasinya kini sudah tak di tangannya lagi. Ia tak lagi memiliki hak cipta dari ciptaannya tersebut. Selain usia yang semakin senja, Pak Raden juga kerap diserang penyakit.
(nu2/mmu)










































