Trans7 membuat program edukasi 'Laptop si Unyil' dengan mengetengahkan tokoh-tokoh Unyil sebagai bintangnya. Namun, sempat beredar kabar, pihak Trans7 tidak memberikan penghargaan yang layak. Saat dikonfirmasi, kabar itu pun langsung dibantah oleh Pak Raden.
"Itu Salah! kemarin itu tujuan dari pihak saya adalah, saya ingin hak cipta itu kembali ke tangan saya karena perjanjian (dengan PFN-Red) sudah berakhir pada 1995, tahun 2000 kalau sudah ya harusnya kembali," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak pernah sebut-sebut itu (program 'Laptop si Unyil'). Justru saya merasa dihargai karena adanya program itu," ujar Pak Raden ditemui di kediamannya, Jalan Petamburan III, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (15/4/2012) malam.
Pak Raden merasa senang masih ada televisi yang membuat program edukasi dengan tokoh ciptaannya. Ia pun berharap banyak televisi yang melakukan hal tersebut.
"Banyak-banyak (program) yang menghibur, jangan terlalu yang bersifat komersil. Hiburan untuk edikasi juga harus dipikirkan. Pelajaran-pelajarannya yang bisa diambil, dari sisi menghiburnya saat ini kurang," jelasnya.
(yla/yla)











































