Astrid dan Gerhard atau yang akrab disapa Aldi memang memutuskan menggunakan adat batak untuk semua prosesi lamaran sampai menikah kelak. Keduanya memang ingin menjunjung tradisi leluhur mereka.
"Hari ini, 3 Maret adalah lamaran, ini bukan kaya lamaran yang lain, ini belum tukar cincin. Keluarga batak itu memang agak ribet adat-adatnya. Ini Β acara pertama, nanti masih ada yg lebih heboh lagi," ujar Astrid saat ditemui usai prosesi lamaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang sinamot Rp 150 juta. Itu bukan mas kawin, itu pemberian. Itu bukan biaya pernikahan, itu terserah nanti mau buat apa," sambung Astrid.
(ast/ast)











































