Panji Trihatmodjo: Usaha Pribadi Saya Tak Minta Uang Orangtua

Panji Trihatmodjo: Usaha Pribadi Saya Tak Minta Uang Orangtua

- detikHot
Senin, 02 Jan 2012 12:30 WIB
Panji Trihatmodjo: Usaha Pribadi Saya Tak Minta Uang Orangtua
Jakarta - Putra Bambang Trihatmodjo, Panji Trihatmodjo kini sedang sibuk melestarikan terumbu karang sebagai pembenahan laut. Usahanya itu bermula dari rasa prihatinnya akan banyaknya terumbu karang yang rusak dan rasa kepeduliannya menjaga ekosistem laut.

Investasi yang mencapai angka 250 miliar itu menjadi kesibukan dan usaha baru mantan kekasih Laudya Chintya Bella itu. Namun Panji menjamin usahanya itu tak memakai sepeser pun uang orangtuanya.

"Ini usaha pribadi saya, pakai uang saya, dan saya tidak minta uang orangtua sama sekali," ujar pria yang saat itu tampak gagah menggunakan batik hitam-coklat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panji seperti meneruskan usaha sang kakek, mantan Presiden RI, Soeharto yang menciptakan terumbu karang buatan sebagai kepeduliannya terhadap laut pada masa kepemimpinannya. Namun ia punya pengakuannya sendiri mengapa peduli dengan laut.

"Saya mencintai laut, saya mencintai lingkungan dan pantai. Pantai di Indonesia itu paling indah, dan nggak ada lawannya, dan di selatan Jawa itu masih banyak sekali pantai yang harus ditolong karena abrasi," akunya.

Putra pasangan Bambang Trihatmodjo dan Halimah itu juga menggunakan metode terbaru untuk menghasilkan terumbu karang buatannya. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan Panji usahanya itu. Saat ini dirinya sedang membangun terumbu karang buatannya di Pecatu, Bali.

"Terumbu karangnya dibuat di New Zealand, seperti saringan filter di akuarium, tapi tidak mengeluarkan bahan kimia. Dalamnya sekitar 5-7 meter. Terumbu karang yang akan ditanam di Pecatu sekitar 100 meter lebih di sekitar 300 meteran panjang pantai," urainya merinci

Selain Indoneisa (Bali), ia juga sudah mencoba menerapkan metode tersebut di negara-negara lainnya seperti New Zaeland, India, Australia, Inggris.

"Investasinya cukup besar untuk mendatangkan teknologi itu. Saya sudah punya tim sendiri yang menangani itu. Mudah-mudahan kedepannya pemerintah di Indonesia bisa melakukan itu semua," jelasnya.

(kmb/nu2)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads