Mantan presenter Krucil di SCTV itu tak menampik ada pria yang coba mendekati atau didekatinya. Namun, sejauh ini belum ada pria yang dianggapnya serius dan ideal untuk dijadikan pasangan.
Artis kelahiran Jakarta, 30 Agustus 1987 itu pun mengaku skeptis dengan pria Tanah Air. Ia beranggapan membina hubungan cinta dengan pria lokal kerap harus dipusingkan dengan masalah budaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nothing serious! Apalagi sama cowok Indonesia ya. Ribet masalah culture kitalah. So, we'll see. Life might surprise you," ujarnya kepada Detikhot.
Bicara soal pasangan ideal, anak kedua dari empat bersaudara itu pun mendambakan sosok pria yang bisa menawarkan rasa aman di segala aspek. Selain itu, juga yang nyambung dan bisa akrab dengan keluarga dan teman-temannya.
"Pria idaman aku harus lebih dari aku, lebih pintar buat adu argumen, pintar cari duit juga, offer security in many aspects, yang penting sih nyambung dan bisa get along sama keluarga dan teman-teman aku. Kalau bisa sih, kece," jelasnya merinci.
Namun saat ini Dena tidak terlalu memusingkan soal pasangan hidup, dan tengah fokus meraih gelar masternya di jurusan Design, Fashion & Luxury di Alma Graduate School, University of Bologna, Italia.
Dena bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan membuat orangtuanya bahagia. Itu pulalah yang diakuinya sebagai kekhawatiran terbesarnya saat ini.
"I just wanna be successful and make my parents happy. That's it. Kekhawatirannya, takut itu tidak terjadi. Tetapi itu harus terjadi sih. Hehehe, positive!" tandasnya menyemangati diri. Sukses, Dena!
(bar/mmu)











































