Dhani juga mengancam akan melaporkan ke Komnas Anak jika Maia kembali mengeksploitasi Al, El dan Dul untuk pemberitaan media. Dhani menilai Maia hanya menjual nama anak-anak demi popularitasnya sendiri.
Namun di sisi lain, Dhani juga tentunya mempunyai banyak kepentingan dengan terus 'memojokkan' Maia. Benarkah semua itu dilakukan Dhani demi memuluskan jalan Peninjauan Kembali (PK) kasus hak asuh anak di Mahkamah Konstitusi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pernyataan sang pengacara, tampaknya memang pemberitaan di media bisa berpengaruh terhadap PK tersebut. Benarkah seperti itu? Lagi-lagi, Teguh menjawab diplomatis.
"Itu pertimbangan hakim," ujarnya. "Melihat dari tugasnya untuk membuat keputusan, aspek-aspek yang berhubungan dengan sosiologi kondisi psikologi yang ada di masyarakat, dengan adanya tautan-tautan yang relevan, itu bisa dilakukan," tambahnya.
Sementara pihak Maia memang sudah lama tak mau membahas masalah tersebut. Benarkah Maia sudah membaca langkah yang selama ini dilakukan Dhani, sehingga memilih sengaja menghindarinya?
(nu2/mmu)











































