Lewat patung tersebut, Daniel Edwards menggambarkan Amy yang telanjang, bebas dari tindikan dan tato, rambut yang dihinggapi burung dan bunga lili. Tentunya Edwards memiliki alasan mengapa ia menggambarkan Amy dalam sosok yang seperti itu.
"Aku menganggapnya sebagai seorang puteri cantik dalam sebuah dongeng, menunggu untuk diselamatkan dari ketenaran dan kecanduan obat-obatan, tapi pangeran itu tidak kunjung datang," tutur Edwards.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca meninggalnya Amy, banyak pihak yang merasa kehilangan. Hal itu antara lain terbukti dari banyaknya karangan bunga yang terkumpul di depan rumahnya yang berada di Camden, London.
(hkm/hkm)











































