"Ini gambarnya itu seperti jalan menuju tempat sesuatu. Jadi ini seperti jalan hidup aku yang menunjukkan aku selama ini seperti apa dan aku bagaimana aku bisa menjadi sekarang ini," papar Rio menjelaskan filosofi salah satu tato di tubuhnya.
Rio menato tubuhnya sejak umurnya baru beranjak 17 tahun. Berawal dari kegemarannya menggambar tato temporer di sekitar tangannya, ia semakin terpacu untuk membuat tato sungguhan. Uniknya, ia melakukannya atas persetujuan orangtuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, tak semua tato di tubuhnya memiliki arti. Namun, ada beberapa yang sengaja dibuat untuk mewakili makna khusus.
Rio tak menampik jika tato masih kerap diidentikan dengan kenakalan. Ia pun mengakui, dirinya memang pernah berbuat nakal. Namun, kenakalan tersebut tak sampai pada tingkat mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau pergaulan bebas.
"Aku bandel, tapi bandelnya terarah, enggak yang sampai bagaimana juga, tapi yang jelas karena aku suka gambar makanya aku bikin tato seperti ini," jelasnya.
(wes/mmu)











































