"Yang dari Indonesia sedikit sekali. Kita kalau mau ngobrolin juga beda soalnya bingung mau ngomongin apa," paparnya usai mengisi acara musik Dahsyat di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (25/4/2011).
Padahal, menurut pelantun tembang 'Sadis' ini mengaku jika tak ada yang salah jika dirinya membuka pembicaraan secara langsung. "Tapi takutnya dianggap sensitif apalagi sama mahasiswa Timur Tengah," terangnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Afgan yang mengambil jurusan Bisnis Ekonomi strata satu di Monash University ini juga menambahkan, jika berada jauh dari orangtua membuat dirinya semakin dewasa.
(nu2/hkm)











































