Saat ditemui di kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2011) siang, Pong mengungkapkan kalau sajaknya itu merupakan luapan kecewaannya terhadap kinerja para anggota DPR. Ia juga bingung kenapa DPR keukeuh membangun gedung baru padahal sudah diprotes banyak pihak.
Berikut penggalan sajak buatan Pong,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hai wakil rakyat, kalian asyik dengan diri sendiri. Kalian tega melihat rakyat menderita. Kalian tega melihat rakyat sengsara. Kalian tega melihat sekolahan compang- camping. Kalian lupa dipilih oleh rakyat. Seharusnya pro rakyat, bela rakyat. Berjuang untuk rakyat. Kalian disumpah agar berbakti kepada negeri ini. Ingatlah pada sumpahmu. Ingatlah bahwa Tuhan masih ada.
Hai wakil rakyat, kalau kalian tidak takut dosa, berarti kalian tidak takut lagi kepada Tuhan. Jangan berprilaku seperti orang kafir. Jangan merasa paling pintar, jangan merasa paling benar, padahal buta mata dan buta mata hati. Jangan menuntut hak saja, kewajiban harus dijalani. Gajimu besar. Fasilitas lebih dari cukup. Mana prestasimu? Tunjukkan dulu prestasimu, atau batalkan gedung baru!
Selain membuat sajak, Pong juga siap melakukan aksi protes lainnya. Namun, ia masih menunggu momen yang tepat untuk melancarkan aksinya. Menurutnya, saat ini masyarakat masih menaruh perhatiannya pada kasus teroris dan Briptu Norman.
"Saya udah siapkan spanduk 2 di mobil saya, ukuran 3X1 meter yang bunyinya, batalkan gedung baru. Nah ini saya sedang cari momentum yang pas," jelasnya.
Apakah nggak takut dianggap cuma cari sensasi?
"Nggak takut saya. Lagian lebih bagus mana cari sensasi apa korupsi?Β Saya juga nggak takut kalo dipenjara. Biarin aja, malah saya gerakin dari sana aja nanti sekalian," jawabnya.
(hkm/hkm)











































