Ia ingin berperan menjadi orang gila, dan tampil dalam film action. "Kalau untuk berperan adegan-adegan percintaan sih lumayan ya, mungkin semua orang pasti bisa. Tapi kalau untuk dua karakter yang itu kayaknya sulit banget," ujarnya kepada detikhot.
Tamara juga mengaku senang memerankan tokoh yang antagonis seperti menjadi ibu tiri. Peran-peran seperti itu menurutnya bisa membuat dirinya leluasa mengeluarkan emosi dan ekspresi muka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu, semua itu hanya terjadi di layar. Dalam kesehariannya, Tamara tetaplah gadis biasa layaknya remaja 20 tahun umumnya yang bergaul secara wajar. Ia mengaku menolak seks bebas dan narkoba.
"Kalau untuk narkoba sorry to say, tapi kalau untuk minum ya sedikit-sedikit deh," akunya jujur. "Paling seminggu gue ada minum sekali untuk sekadar kongkow-kongkow aja bareng teman-teman," tambahnya.
"Gue sih sayang sama diri gue. Masih banyak juga orang di luar sana, keluarga, pacar dan teman-teman gue yang sayang sama gue. Jadi kenapa gue harus menyakitkan diri gue dengan hal-hal seperti itu," sambungnya dengan nada serius.
(rac/mmu)











































