Angie bercerita, mendiang sang suami ingin sekali menulis buku. Ia pun diminta membantu penulisan buku tersebut, namun Angie belum mempunyai waktu.
"Sampai empat puluh hari ini saya akan konsentrasikan bukunya Mas Adjie. Walaupun berat, karena setiap cari referensi, yang ketemu kenangan-kenangan," ujarnya saat ditemui di Glora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (19/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu itu kita sempat ngumpulin-ngumpulin pemikiran, sekarang tinggal diteruskan," jelas Angie.
(ebi/ebi)











































