Dengan tenang, Epy mengungkapkan perjalanan hidupnya setelah 10 hari yang lalu dipredisksi sisa umurnya tinggal 4 bulan lagi. Epy dan sang istri, Karina, awalnya shock dan menangis mendengar vonis tersebut.
"Tapi akhirnya saya berpikir ini teguran Tuhan. Jadi bagaimana kalau saya diberikan penyakit ini? Apa kuat? Apa sabar?" kata Epy saat berbincang dengan detikhot di kediamannya, Pondok Cabe Ilir, Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Epy tidak lantas menelan bulat-bulat vonis dokter. "Saya mikir lagi, mungkin dokter bilang begitu biar saya selama 4 bulan ini berobat, dan saya mengkaji lagi bagaimana hidup saya," jelas Epy.
Makanya, Epy tidak menyerah begitu saja. Ia terus berobat dan menata kembali pola hidupnya yang biasanya berantakan. Misalnya untuk kebiasannya sebagai seniman yang gemar tidur malam dan minum kopi.
(ebi/hkm)











































