Seperti yang diketahui, karier Amak di dunia film berawal pada 1979 ketika membintangi film 'Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa' arahan almarhum suami Jajang, Arifin C. Noer. Jajang pun juga main dalam film itu. Maka tak heran jika ia begitu dekat dengan Amak.
Berikut kenangan Jajang terhadap sahabatnya yang telah pergi selama-lamanya itu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duh, dia sangat baik sekali. Baik banget. Aktor yang paling bagus walaupun dia item ya (tertawa di tengah tangisnya).
Terakhir pas saya sudah jadi janda, kita saling manggil 'baby'. Dia orang yang baik. Ketahuan sekali dari mukanya kan. Pas meninggal itu bersih, kencang. Itu pasti orang baik. Dia selama ini nggak pernah marah, dia paling cuma geleng-geleng kepala kalau kita nakal.
Kami saling kenal dari kami muda, dari gue gadis sampai gue sudah jadi janda. Dan dia cuma geleng-geleng kepala kalau kelakuan kami nggak pantas.
Kapan terakhir bertemu?
Terakhir launching film di Kuningan (Jakarta selatan).
Apa yang paling diingat dari sosok Amak?
Itu, kita saling panggil 'baby'.
Sebelumnya tahu kalau Amak mengidap penyakit?
Dia memang punya riwayat stroke. Anaknya juga 3 cewek sudah scan penyakitnya abahnya. Abah itu sama anak-anak hanya boleh menghadiri satu acara aja setelah sakit. Pokoknya kalau bertemu saya tuh ledek-ledekan aja. Kita sangat deket.
Sebelum meninggal apakah Amak sempat mengeluh?
Nggak, dia terakhir cuma bilang kalau matanya sudah nggak bisa lihat aja di sebelah kanan.
Bagaimana dedikasinya di dunia seni peran?
Ya, dedikasinya sangat luar biasa. Dia hatinya memang baik. Jadi otaknya itu lurus benar. Jadi orangnya benar-benar lurus dan baik dan sangat sabar. Ya, dia sahabat kami. Pasti dia ke surga. Pasti, mukannya aja kayak gitu.
Jenazah Amak Baldjun dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2011) siang. Guyuran hujan mengantarkannya ke peristirahatan terakhir.
(ebi/mmu)











































