Tokoh itu sebut saja Ratna Riantiarno, Cok Simbara, dan Jajang C Noor. Mereka adalah murid Amak yang saat di teater Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini.
"Kami kenal di teater TIM, Mas Amak itu mengajari kami. Tapi kita selalu kurang ajar sama dia. Kita suka ngeledek dia terus," kata Ratna dengan berlinang airmata saat ditemui di kediaman Amak di di Jalan Kebalen VI No. 4 Kebayoran baru, Jakarta Selatab, Rabu (4/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama kali saya main sama Mas Amak, Mas Amak sudah bertahun-tahun terjun duluan sebelum saya. Saya tuh masih anak bawang. Dan dia selalu bilang kesaya 'jangan grogi, nggak usah lihat penonton (waktu pentas), lihat langit aja, pasti nanti berani," ujar Ratna menirukan ucapan Amak.
Ada juga kenangan lucu saat Amak masih aktif di dunia panggung teater. Saat itu anak didiknya begitu 'jahat' dengan Amak.
"Kita dulu cewek-cewek di teater, kita tanya, 'Mas Amak, kenapa sih kalau pakai celana kedodoran?' Malah kalau kita jalan di belakangnya kita suka narikin celananya yang kedodoran itu. Kita pada jahat-jahat sama dia. Mungkin itu yang ngga bisa dilupakan darinya. Tapi walaupun begitu dia nggak pernah marah. Dia itu orang yang kalau ada undangan dari teman pasti selalu hadir. Di mana pun pasti dia jalanin," paparnya.
(ebi/ebi)











































