Airmata Warnai Peringatan Kematian John Lennon

Airmata Warnai Peringatan Kematian John Lennon

- detikHot
Kamis, 09 Des 2010 12:45 WIB
Airmata Warnai Peringatan Kematian John Lennon
Jakarta - Ratusan penggemar mendiang John Lennon berkumpul di sekitar mosaik 'Imagine', Central Park, New York, salah satu situs The Beatles. Mereka memperingati 30 tahun kematian Lennon dengan airmata.

Sejak 30 Tahun lalu setiap 8 Desember tangis mewarnai peringatan kematian pentolan The Beatles, John Lennon. Tangis itu adalah sebuah kesedihan karena sang maestro dunia telah berpulang secara mengenaskan. Lennon terbunuh di usia 40 tahun di depan sang istri, Yoko Ono.

Lennon dibunuh di luar apartemennya di New York pada tanggal 8 Desember 1980. Sampai saat ini Yoko tidak membiarkan sang pembunuh, Mark David Chapman, bebas dari penjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa penggemar menyatakan dukanya kepada Reuters saat ditemui di sekitar mosaik Imagine, Central Park, New York, Rabu (8/12/2010) malam waktu setempat.

"Saya mendengar kematian Lennon setelah mendengar radio. Saya dan ibu saya pun tidak berhenti menangis," kenang Jan Huntley, seorang penduduk asli Liverpool yang tengah berwisata di New York. Saat itu Jan masih berusia 8 tahun dan bersiap-siap untuk bersekolah ketika mereka mendengar berita Lennon tertembak.

Ratus penggemar Lennon itu berkumpul dalam cuaca dingin. Mere bermain gitar dan menyanyikan lagu-lagu Beatles.

"Saya menyukai apa yang dia lakukan, yang ia inginkan dalam hidupnya adalah perdamaian. Yang ia inginkan adalah mengasihi istrinya, cinta dengan anak-anaknya. Namun ia kehilangan itu semua," kata Ranada Havard, seorang turis dari Louisiana.

Setelah 30 tahun kematian Lennon, memang banyak orang yang ingin mengunjungi Strawberry Fields yang tepat berada di seberang jalan dari gedung apartemen Dakota tempat Lennon pernah tinggal. Di sana mereka mengekspresikan kesedihan. Starwberry Fields adalah area khusus yang dibuat di dalam kawasan Central Park untuk mendiang Lennon. Penamaan tempat itu dibuat dari lagu The Beatles, 'Strawberry Fields Forever'. Di area Strawberry Fields jugalah dibuat mosaik Imagine.

"Saya sudah menjadi penggemar Beatles sejak dulu. Aku telah dibangkitkan oleh mereka," ujar Russell Schwartz, pria berusia 17 tahun asal Farmingdale, New York.

Sosok 'pendobrak perdamaian' itu sebenarnya masih sangat hidup, meski di hati jutaan penggemarnya.

Kematian Lennon juga di peringati salah satu mejalah musik terbesar dan tertua, Rolling Stone. Majalah tersebut menerbitkan kembali edisi wawancara dengan John Lennon. Wawancara itu dilakukan 3 hari sebelum Lennon ditembak mati.

(ebi/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads