Romantisme Lennon dan Yoko dituangkan dalam foto-foto yang diabadikan fotografer mereka, Allan Tannenbaum. Foto-foto tersebut dipamerkan di Museum Everhart, Nay Aug Park, Pennsylvania. Pameran itu juga sekaligus memperingati 30 tahun kematian Lennon.
Tannenbaum bercerita, begitu beruntungnya bisa mengintip masa-masa akhir kebersamaa Yoko dan Lennon sebelum dipisahkan oleh maut. Makanya, dalam kesempatan yang sama Tannenbaum juga menerbitkan buku berjudul 'John & Yoko: A New York Love Story'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai orang yang menyaksikan romantisme Lennon-Yoko, Tannenbaum merasa terpukul saat mendengar idolanya itu terbunuh. Bahkan saat Lennon terbunuh, Tannenbaum masih sibuk menyelesaikan foto-foto Lennon dan Yoko yang baru ia ambil.
"Saat itu saya berada di kamar gelap, menyelesaikan pekerjaan foto-foto mereka yang baru saja saya ambil. Kebetulan malam itu juga foto itu akan membawa mereka ke Dakota (apartemen Lennon)," papar Tannenbaum.
Mendengar kabar tersebut, Tannenbaum pun langsung bergegas ke rumah sakit tempat Lennon disemayamkan. "Saya mendengar kabar itu, saya bergegas ke rumah sakit. Seharusnya berada di Dakota malam itu (dengan Lennon)," jelasnya.
Sampai akhirnya, foto-foto tersebut tidak jadi diberikan kepada Lennon dan Yoko. Tannenbaum hanya menyimpannya dengan baik. Seharusnya foto-foto tersebut akan dijadikan cover untuk album Lennon 'Double Fantasy'.
Tannenbaum adalah fotografer pribadi Lennon dan Yoko sejak 1975. Ia terus mengikuti kegiatan gitaris The Beatles itu, bahkan saat Lennon dan Yoko tengah berlatih di studio.
"Yoko adalah orang yang benar-benar menarik dan rumit. Tapi dia seorang seniman yang sangat baik. Dia serius tentang perdamaian dunia," kata Tannenbaum.
Yoko dinikahi Lennon pada 20 Maret 1969 di Gibraltar. Mereka sudah saling kenal sejak Mei 1968. Selama hidup bersama Yoko, John gemar menunjukkan sisi kontroversi, termasuk beberapa kali berfoto sambil telanjang.
Kebersamaan mereka tetap menjadi inspirasi hingga saat ini. Semasa The Beatles belum bubar, Yoko dengan setia mendampingi John, bahkan saat manggung. Mereka pun kompak mengkampanyekan perdamaian kepada seluruh dunia. Peace!
(ebi/mmu)











































