Ayu Azhari Bantah Kuasai Warisan Anak

Ayu Azhari Bantah Kuasai Warisan Anak

- detikHot
Jumat, 03 Des 2010 22:00 WIB
Ayu Azhari Bantah Kuasai Warisan Anak
Jakarta - Aktris Ayu Azhari membantah menguasai warisan anak sulungnya Axel yang bernilai Rp 150 juta. Ayu belum memberikan uang tersebut karena khawatir dihabiskan Axel untuk hal-hal yang tidak penting.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengacara Ayu, Secarpiandy saat dihubungi wartawan melalui telepon Jumat (3/12/2010). Secarpiandy menegaskan, Ayu bukanlah ibu yang jahat pada anaknya.

"Bukan nggak mau kasih, tapi kalau pikirannya baik buat sekolah akan dikasih. Tapi kalau dipakai nggak jelas ya sayang," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengacara berkumis itu mengaku sudah dihubungi pihak Axel terkait masalah warisan sejak setahun lalu. Secarpiandy pun menyayangkan karena kini anak Ayu dengan almarhum mantan suaminya, Djody Gondokusumo itu buka suara ke media.

"Axel ini baru berangkat dewasa, mungkin ada orang di belakangnya. Kalau ingin ke ranah hukum ngapain undang wartawan," ucapnya.

Secarpiandy memahami sebagai cowok yang baru beranjak dewasa, Axel menggebu-gebu. Namun ia meyayangkan sikap tersebut karena Axel tidak memahami dampak dari pernyataannya itu kepada ibunya.

Ayu punya alasan jelas mengapa ia belum memberikan hak warisan Axel tersebut. Dari pengakuan Ayu kepada Secarpiandy, cowok 20 tahun itu kerap menggunakan uang tersebut untuk hal-hal yang belum tentu berguna.

"Uang itu ada. Sudah dipakai-pakai sama Axel. Kemarin dia bilang mau minta Rp 50 juta, buat beli motor," jelasnya.

Secarpiandy pun membantah pernyataan Axel yang mengaku tidak boleh pulang ke rumah Ayu karena diminta hidup mandiri. Menurutnya, Axel masih kerap datang menemui kliennya.

"Ayu pernah bilang, 'nanti mama mau didik Axel supaya prihatin'. Kuliah naik bus. Kalau prestasi bagus, nanti akan mama belikan mobil," tutur Secarpiandy menirukan ucapan ibu enam anak itu.

Ayu berharap Axel tidak sampai membawa kasus warisan ini ke kepolisian. Masalah tersebut hanyalah masalah keluarga dan seharusnya diselesaikan dengan kekeluargaan.

(eny/ebi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads