Aktor senior Septian Dwi Cahyo kembali menunjukkan kelasnya di dunia seni peran. Kali ini, ia dipercaya memerankan karakter dokter bernama dr. Usman, dalam sebuah proyek film horor yang mengangkat sosok urban legend asal Belitung, Penabok.
Bukan peran sembarangan, Septian mengaku, harus keluar dari zona nyaman untuk membawakan karakter ini. Ia mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah saat harus melakoni adegan kesurupan.
"Saya suka di salah satu scene, dr. Usman kesurupan, kemasukan arwahnya Penabok. Di situ saya punya tantangan bagaimana bisa memainkan karakter kesurupan yang bisa menciptakan sebuah kengerian," ujar Septian saat ditemui detikcom di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi mendalami perannya sebagai dokter desa yang menjadi saksi bisu misteri warisan keluarga tersebut, Septian tak main-main dalam melakukan riset. Ia terjun langsung, mengamati perilaku tenaga medis di klinik-klinik daerah hingga membandingkannya dengan gaya dokter di kota besar.
Terkait kehadiran sosok Penabok yang disebut-sebut sebagai ikon horor baru, Septian mengaku bangga. Ia melihat tren horor Indonesia, kini semakin variatif dengan munculnya sosok-sosok hantu yang unik, seperti hantu tanpa kepala.
"Saya bangga dan mendukung bahwa Indonesia punya keragaman bentuk horor. Ada kuntilanak, tuyul, genderuwo, dan sekarang ada Penabok tanpa kepala. Ini keren banget dan mudah-mudahan bisa mendunia," tuturnya.
Meski sukses membangun atmosfer mencekam dalam film ini, Septian mengaku tetap memiliki keinginan untuk mencoba genre lain di proyek selanjutnya.
"Saya sih berharap bisa ada genre komedi ya ke depannya," pungkasnya seraya tertawa.
(wes/wes)











































