Sebelumnya, Mike mengaku mempunyai masalah dengan rambutnya yang rontok sejak 2 tahun lalu. Pria kelahiran 19 Oktober 1986 melakukan berbagai macam perawatan pertumbuhan rambut.
Sekarang, setelah 2 bulan melakukan perawatan di 'Victory Skin and Hair Beauty Centre', rambut Mike mulai tumbuh. Perubahan tersebut Mike anggap sebagai awal kebangkitan kariernya kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mike bercerita semenjak rambutnya rontok, ia sulit mendapatkan peran yang ia inginkan. Padahal sebelum rontok, misal saja saat bermain di 'Nagabonar Jadi 2'. Di film tersebut terakhir kali rambut Mike masih lebat, ia didapuk berperan sebagai pria berumur 25-an.
Setelah rambutnya rontok, Mike sering mendapatkan peran antagonis atau pun peran sebagai pria berumur.
"Setelah gue berubah, gue yakin ada yang menawarkan peran gue yang berbeda," paparnya.
Lalu akan seperti apa perubahan yang akan Mike tampilkan? Rupanya ia akan bermain film dengan akting yang tidak biasa.
"Pertama gue akan memainkan peran yang nggak biasa. Kedua, gue pengen peran-peran yang misalnya jadi gankster yang tidak pernah membunuh orang. Nah bagaimana tuh. Gue ingin mendapatkan peran itu Karena selama ini kita melihat akting yang drama, mungkin bagus, cuma kasihan orang bosan," jelasnya.
Selain itu Mike juga akan mencicipi kerja di belakang layar. Misal, dalam waktu dekat ini pemain 'Rumah Dara' itu akan menjadi penulis naskah film untuk film. Hal itu juga merupakan obsesi Mike selama kurang lebih 5 tahun bergelut di dunia entertainment.
"Gue ingin memiliki film penuh, itu film gue, titik. Kalau di depan layar gue ingin memerankan peran-peran yang susah, seperti tentara. Selain itu memerankan peran-peran politik seperti memerankan Jenderal Sudirman, Wali Songo, dan Sultan Hamengkubuwono," papar Mike.
Mike memandang film-film zaman sekarang ini belum bisa menghibur masyarakat Indonesia. Hanya saja ia mengakui kesuksesan beberapa film Indonesia, seperti 'Merantau' dan 'Merah Putih'.
"Nggak kayak Bollywood, kita ketinggalan jauh banget. Mau ngeledek kayak apa film itu, tetap aja kita jauh tertinggal. Misal Indonesia baru 2 minggu di bioskop, itu hebat. Tapi di Bollywood 4 bulan di bioskop, baru itu hebat. Itu yang belum kita dapat," kata Mike.
Dengan obsesinya itu, Mike tidak ingin banyak bicara. "Gue nggak mau bicara banyak, ayo lakuin aja. Siapa yang mau buat film, pasti gue bantu," tutup Mike. (ebi/ebi)











































