Ibra datang ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Jalan S. Parman, Jakarta Barat sekitar pukul 15.00 WIB. Tersangka kasus narkoba itu datang dengan didampingi pengacaranya, Secarpiandy, dan dikawal dua anggota polisi dari Polda Metro Jaya.
Saat ditanya wartawan, Ibra yang mengenakan baju biru dan celana pendek motif kotak itu memang bersedia menjawab. Namun, jawabannya penuh dengan nada emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibra membantah kalau shabu yang menjadi barang bukti hingga dirinya dibui adalah benar miliknya. "Alamatnya memang betul, tapi namanya lain. Coba untuk apa kalau mau tangkap yang pertamalah yang ngirim itu siapa? Kan teknologi sekarang sudah canggih, di situ kan ada nomernya, lacaklah," perintahnya.
Sesampainya di dalam kejaksaan Ibra kembali berkoar. Bahkan kali ini disertai dengan aksi gebrak meja.
"Saya minta hukum ditegakkan, saya dipukul sama rata gitu loh. Saya juga manusia biasa. Nama besar saya dijadikan ajang naik pangkat buat mereka. Saya nggak rela dunia akhirat. Coba bayangkan, cuma 3 gram. Kalau saya mau satu miliar (sambil gebrak meja), buat apa 3 gram?" seru Ibra dengan nada tinggi.
Sampai saat ini Ibra masih berada di salah satu ruangan di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Ia sempat mengeluh tengah sakit diare.
(ebi/mmu)











































