Happy dilamar pria yang berprofesi sebagai fotografer dan model itu tepat di hari ulang tahunnya ke-30, 4 Januari 2010 lalu. Saat itu tepat pukul 12 malam, Tjokorda melamarnya.
"Saya kasih cincin. Cincin itu saya beli di India waktu saya belum kenal Happy," kisah Tjokorda Bagus saat ditemui di Puri Saren Kauh, Ubud, Bali, Minggu (3/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak tahunya dapat jodoh. Saya orangnya bawel, dapatnya laki-laki yang cool," celotehnya seraya tersenyum.
Pernikahan Happy yang digelar secara adat Bali itu pun membuat teman-temannya terkejut. Pernikahan tersebut terkesan mendadak.
"Bukan apa-apa sih. Saya sebenarnya takut pamali. Saya tidak mau sesumbar, ya sudah saya serahkan saja, syukur terjadi," ujarnya lagi.
Di mata sang suami, Happy adalah sosok perempuan pintar. Tjokorda Bagus juga mengagumi karya-karya dan kebaikan hati istrinya tersebut.
Bagaimana dengan Happy? "Saya punya kekurangan, dia juga sama. Tapi kita bisa saling melengkapi. Dia yang bisa meluluhkan hati saya," tandas perempuan kelahiran Sukabumi itu. (eny/eny)











































