"Anak itu dulu diserahin ke saya, mereka yang nganterin sendiri saat umur (Gadis) enam bulan," ujar Poppy saat dihubungi wartawan melalui telepon Jumat (24/9/2010).
Poppy mengisahkan ketika diantar kepadanya, Gadis dalam kondisi belum pernah diimunisasi. Padahal saat itu Gadis sudah berusia enam bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang yang namanya sakit Celebral Palsy itu kalau bayi belum kelihatan. Ketika jalan baru kelihatan, jalannya diseret, ngomongnya terlambat. Saya ketiban pulung sebenarnya," tukas perempuan yang juga menjadi desainer itu.
Ditambahkan Poppy, berdasarkan pemeriksaan dokter, Gadis menderita trauma saat masih di dalam kandungan. Trauma itulah yang menyebabkannya menderita Celebral Palsy.
Demi kesehatan Gadis, Poppy pun tidak takut dengan laporan polisi Dadang. Ia siap memperjuangkan keponakan yang sudah dianggap anaknya sendiri itu.
"Saya siap ke pengadilan untuk anak ini. Anak ini membutuhkan biaya yang sangat besar sekali. Mereka (Orangtua Gadis) sempat bilang, nggak usah dibawa ke luar negeri nanti juga sembuh sendiri, itu orangtua lho yang ngomong," kesal Poppy.
Perempuan berkacamata itu cukup kecewa dengan sikap sang adik. Ia pun merasa aneh karena Dadang seolah seperti orang yang tidak mengenal balas budi.
"Dadang itu dulu saya yang menyekolahkan. Kerja pertama saya yang mencarikan. Anaknya kawin kita yang bantu. Anaknya (Gadis) juga ditinggalin begitu aja nggak dikutak-katik," urainya. (eny/eny)











































