"Pas aku mulai terjun ke dunia entertainment dengan jadi Jeng Kelin. Si om itu pas dia engeh. Sadar bahwa oh itu Si Gina ya. Dia bilang sama papa aku, biarin aja anak kamu jadi orang dungu-dungu gitu. Sekarang menjelang begitu (sakit), si om (Iwan) nanyain mana Jenk Kelin? Sampai akhirnya aku jenguk, dia sudah nggak bisa ngomong," cerita Nycta saat ditemui di rumah duka di Jalan Panarukan No.25 Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2010).
Nicta mengaku bangga dengan sosok sang paman sebagai maestro batik. Apalagi Nicta juga sering memakai batik karya Iwan Tirta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Nycta juga bangga dengan kesuksesan uang diraih sang paman sebagai perancang busana. Kesuksesan tersebut Nycta jadikan contoh positif dalam hidupnya.
"Mungkin buat contoh buat aku, Om Iwan sekolahnya di bidang hukum, tapi dia bisa jadi desainer. Kayak aku sekolah kedokteran, tapi terjunnya di bidang hiburan. Ternyata beliau sukses, dan bisa jadi panutan," tandasnya.
Iwan Tirta meninggal dunia sekitar pukul 08.35 WIB di RS Abdi Waluyo setelah dirawat selama 10 hari melawan berbagai penyakit. Tercatat, almarhum sempat mengalami stroke jantung, sesak nafas juga ginjal.
(ebi/ebi)











































